Latar Belakang

Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menunjukkan pergeseran yang sangat nyata dalam kaitan pangan dan kesehatan terutama titik balik antara kebutuhan tingkat kenyamanan dan kesehatan.

Hasil pemurnian komponen pangan tertentu menyebabkan kehilangan keseimbangan komposisi pangan antara zat gizi dan non gizi alami dalam komponen diet manusia moderen. Zat non gizi tetapi menentukan tingkat manfaat kesehatan (fungsionalitas) seperti serat pangan telah dikenal lebih baik pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi moderen. Selain itu senyawa antigizi seperti tannin yang mengkelat mineral logam memiliki potensi kesehatan sebagai sumber antioksidan. Hal-hal kontradiksi seperti ini menunjukkan pentingnya kajian multidisiplin dan penetapan ketentuan batas aman yang masih secara efektif menyehatkan. Oleh karena itu, terjadinya dialog di antara pemangku kepentingan sangat penting artinya agar diperoleh kelengkapan kajian yang lebih baik. Terlebih lagi masalah keragaman alamiah baik manusia pengkonsumsi pangan dan proses produksi pangan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor kunci yang meliputi genetik, lingkungan, proses pengolahan dan penyimpanan. Keterlibatan akademisi, praktisi, masyarakat pengguna, pelaku industri, dan masyarakat pemerhati pada umumnya akan mampu memberikan kontribusi yang komprehensif. Selaras dengan itu kajian komponen nutrasetika akan saling melengkapi dalam mengarahkan pangan menjadi sarana utama kesehatan. 

Mengenali peran penting dari komunikasi antar pemangku kepentingan tersebut dalam mengupayakan kesejahteraan yang meliputi antara lain pangan dan kesehatan, maka dinilai perlu untuk menghimpun para penggiat untuk semakin memasyarakatkan makanan fungsional dalam berbagai alternatif bentuk produk pangan serta memberi arah perkembangannya demi kemaslahatan manusia pada umumnya.

Tujuan Umum

Memfasilitasi penggiat pangan fungsional dan nutrasetikal agar berkarya secara terpadu dan memberi solusi atas permasalahan pangan dan kesehatan dalam rangka menuju kesejahteraan manusia

Tujuan Khusus

  1. Mengorganisasi kegiatan terkait pangan fungsional dan nutrasetikal secara terpadu dan terprogram agar mencapai manfaat yang terbaik bagi kesejahteraan masyarakat 
  2. Menjembatani kemajuan pangan fungsional dan nutrasetikal antar negara di percaturan internasional untuk menghadapi persamaan sekaligus saling memperkaya  keunggulan khas dari negara anggota

Kelembagaan

Perhimpunan Penggiat Pangan Fungsional dan Nutrasetikal Indonesia (P3FNI) juga mengembangkan kontribusinya di kancah internasional bersama dengan International Society for Nutraceutical and Functional Food (ISNFF). Secara internasional terdapat klaster ISNFF seperti di Korea dan China. Untuk kepentingan percaturan internasional P3FNI menggunakan nama Indonesian Society for Functional Food and Nutraceutical (ISFFN).

Keterlibatan P3FNI atau ISFFN ini memberi manfaat anggotanya untuk memberikan kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi serta mengikuti pemutakhiran pangan fungsional dan nutrasetikal. Bersosialisasi dan berkesempatan dalam pertemuan ilmiah bersama penggiat pangan fungsional dan nutrasetikal dari berbagai negara untuk terus-menerus mengarah pada optimalisasi penggunaan pangan untuk kesejahteraan manusia secara bijaksana dan menjaga kelestariannya. 

Siapa Yang Perlu Menjadi Anggota?

  1. Akademisi dan peneliti yang terus-menerus mengembangkan dan memajukan ide alternatif dan kreatif untuk menuju kemajuan dan kesejahteraan manusia dengan menggunakan data basis ilmiah.
  2. Praktisi kesehatan maupun industri yang menerapkan pangan fungsional dan nutrasetikal.
  3. Mahasiswa sebagai penerus masa depan untuk melestarikan praktik-praktik pengadaan dan penggunaan pangan fungsional dan nutrasetikal secara bijaksana dan berkelanjutan.
  4. Memberi advokasi dalam kasus-kasus pangan dan kesehatan.
  5. Individu yang memiliki perhatian dalam pangan fungsional dan nutrasetikal.

Fasilitas Anggota LP3FNI

  1. Link Internasional untuk kegiatan atau program riset dan pembelajaran pangan fungsional dan nutrasetikal meliputi direktori laboratorium dan professor, lembaga kesehatan, LSM/NGO, skim hibah, dan internship/magang di industri. 
  2. Biaya partisipasi dalam pertemuan ilmiah yang diselenggarakan P3FNI.
  3. Informasi tentang pangan fungsional dan nutrasetikal Indonesia dan isu internasional terbaru (international current issues).

Iuran Keanggotaan P3FNI

Iuran dari anggota digunakan untuk mendanai kegiatan yang diselenggarakan P3FNI untuk peningkatan keahlian anggota melalui kegiatan ilmiah.  Pembayaran menurun progressif 25% jika pembayaran iuran keanggotaan untuk jangka pembayaran 2 tahun sekaligus.

Akademisi, Peneliti non-komersial 
Rp 400.000
Praktisi industri, kesehatan, komersial 
Rp 500.000
Mahasiswa S2 dan S3 
Rp 200.000
Mahasiswa S1 (Perlu Rekomendasi)Bebas Biaya
Pembayaran dapat dilakukan melalui setor, transfer, pembayaran langsung/cash.
Pembayaran setor dan transfer ditujukan ke no rekening berikut :
Bank BNI
Cabang Graha Pangeran Surabaya
No. rekening  0390796832
a.n. Indah Epriliati

Daftar Sekarang

Butuh Panduan Registrasi? Download Panduan Registrasi Online Anggota Disini